Memberantas Situs Porno Tugas Siapa?

Ada sekitar 4 miliar website yang beredar di internet dan lebih dari 400 juta diantaranya adalah situs porno. Diperlukan kerjasama antara Pemerintah dan masyarakat untuk sama-sama memberantas situs porno ini.

Perkembangan teknologi khususnya teknologi nirkabel atau internet memang sangat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari dibidang apa pun itu. Seperti contohnya sosial media yang mampu “mempertemukan” Kamu dengan jutaan orang diseluruh penjuru dunia tanpa mengenal RAS dan Golongan. Sosial media juga bisa Kamu manfaatkan untuk memajukan bisnis yang Kamu bangun, karena dengan sosial media Kamu berkesempatan mempromosikan usaha yang sedang Kamu jalankan secara GRATIS dan bebas akses.

Disini aku gak akan membahas mengenai sosial media yang “membunuh metode komunikasi” karena ini sudah Kubahas dipostingan yang sebelumnya. Dipostingan ini aku cuma ingin sedikit bercerita tentang pornografi di dunia nirkabel atau dunia internet yang mungkin lebih dikenal dengan pornografi online atau malah sudah sampai pada level prostitusi online. Konten porno di internet, bisakah di stop?

Situs porno

credit : internetsafetyforkidstoday.com

Maraknya situs porno di internet

Persoalan konten porno di internet bukanlah cerita baru lagi di jagat maya ini, mulai dari yang menawarkan cerita sex, foto bugil, video mesum sampe belakangan marak muncul di tv berita prostitusi yang dilakukan dijagat maya. Pemerintah kita (dalam hal ini Kememkominfo) sebenarnya sudah melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang berbau pornografi, walaupun masih banyak laman yang menawarkan pornografi dijagat maya ini. Setali tiga uang dengan pemerintah, service provider juga sebenarnya sudah melakukan filtering terhadap website-website yang “berbau” pornografi, lagi-lagi masih banyak website berkonten porno yang berkeliaran bebas dari razia provider.

Kemenkominfo selama ini kebanyakan cuma ngeblock website pornografi yang berasal dari luar (kalo gak salah). Bagaimana dengan konten lokal? Masih sangat banyak laman pornografi yang berasal dari dalam negeri sendiri.

Gambar Situs Porno

Hasil pencarian situs porno

PR besar Kemenkominfo untuk melakukan pemblockiran situs porno yang masih beredar atau yang masih bergentayangan dijagat maya ini.

Gajah di pelupuk mata gak keliatan, tapi jarum di ujung pulau terlihat jelas. Benahi dulu di dalam negeri baru main ke konten luar negeri.

Memang memblockir sirus porno itu bagai mencari jarum dalam tumpukan jerami, dari miliaran situs yang ada di internet harus mencari situs-situs yang menyimpang ini di dalamnya. Itu jelas gak mudah.

Peran masyarakat berantas situs porno

Masyarakat yaitu Kita sebagai pengguna internet sebenarnya juga bisa berperan dalam memberantas situs porno yang beredar saat ini. Cara paling mudah dengan melaporkan situs porno yang ada ke Nawala dengan mengisi form pengaduan atau bisa melalui email di aduan@nawala.org dan bisa juga melaporkan ke Depkominfo melalui email aduankonten@depkominfo.go.id .

Untuk teman-teman blogger yang menemukan blog ber-embel (dot)Blogspot yang berisi konten porno (cerita, foto, video dan link download video porno) juga bisa dilaporkan langsung ke pihak Google sebagai penyedianya. Sedangkan untuk (dot)Wordpress memang susah, selain tidak adanya pengaduan dari WordPress itu sendiri juga tidak adanya kerjasama antara Pemerintah Kita dengan pihak WordPress. Pemerintah harus mengirim surat ke pihak WordPress untuk menutup laman yang berkonten porno.

WordPress juga berhak melakukan pemblockiran atauu suspend ke membernya yang diadukan menyalahi aturan dan ketentuan mereka. Jadi, masyarakat juga harus berperan untuk menghentikan tumbuh kembangnya situs porno.

Advertisements

2 thoughts on “Memberantas Situs Porno Tugas Siapa?

  1. Pertumbuhan situs-situs porno emang lumayan cepat.
    pemerintah bener-bener kewalahan untuk melakukan pemblokiran.
    sedangkan masyarakat, belum tentu semuanya peduli atau peduli tapi tidak tahu cara melaporkannya.

  2. pemblokiran itu sepertinya tidak mungkin deh…. hampir banyak cara untuk mendapatkan hal2 seperti itu…. yg menjadi pointnya adalah bagaimana orang tua berperan untuk menjaga anak2 nya yg di bawah usia…. bagi orang2 jepang atau barat sepertinya fine2 aja tuh. malah orang yg menbuat dan mengkonsumsinya merupakan negara2 maju…..

Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s